Langsung ke konten utama

Indahnya sore hari di Tebing Breksi



Tebing Breksi merupakan tempat wisata yang berada di eilayah kabupaten sleman. Lokasinya beraada di sebelah kidul (selatan) Candi Prambanan dan berdekatan dengan kompleks candi Ijo serta Kompleks Ratu Boko. Lokasi Tebing Breksi tapatnya di Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Tebing breksi cocok untuk wisata bersama sahabat, keluarga, bahkan pasangan. Karena Tebing Breksi memiliki Spot-spot foto yang menarik, spot foto itu sendiri di kelola oleh masyarakat setempat dan di jadikan sebagai matapencahariian masyarakat yang ada disana. Tidak hanya untuk berfoto-foto iseng, Tebing Breksi sering di pakai untuk pemotretan dan juga foto prewedding yang sangan bagus.
Tebing Breksi sering untuk mengadakan acar seperti ulangtahun dan perkumpulan untuk komunitas tertentu. Untuk itu, tempat parkir yang sangat luas sangat cocok untuk mengadakan acara di Tebing Breksi.
Harga Tiket Masuk Tebing Breksi
Dari awal pertama tebing  ini dijadikan sebagai tempat wisata, mereka tidak mengenakan atau memberi patokan harga tiket,melainkan hanya mengajukan kata-kata “untuk masuk dikenakan biaya parkir Rp. 2000,- dan uang masuk seikhlasnya saja” jadi kita hanya memberi uang se ikhlas kita untuk masuk ke dalam Tebing Breksi. Namun Sejak Desember 2018 lalu, Tebing Breksi mengenakan Tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- per orang dan untuk parkir sebesar Rp. 2000,- jadi jika kamu datang berdua ke Tebing breksi akan di kenakan HTM sebesar Rp.12.000,- untuk sepuasnya berada di dalam Tebing Breksi Tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"NGIDE" Sharing Bersama Penulis Keluarga Tak Kasat Mata

NGIDE merupakan sebuah acara sharing yang difasilitasi oleh Titik Fokus Jogja. Acara ini dilaksnakan pada Jumat, 16 November 2018 dan registrasi dimulai pada pukul 19.00 WIB. Berlokasi di Home Base Titik Fokus Jl. Palagan Tentara Ppelajar KM 6.5 RT. 06/34, Sariharjo, Ngaglik Sleman, Yogyakarta. Pada acara ini pembicara yang dihadirkan adalah sosok penulis yang film karya beliau pernah booming pada waktu itu, yaitu saudara Bonaventura D. Genta atau yang sering kita kenal dengan panggilan “Genta”. Beliau merupakan sosok yang cukup ikenal di per film an karna karya cerita yang pernah dibuatnya dan dijadikan film dengan judul “Keluarga Tak Kasat Mata” pada saat itu.              Pada kesempatan ini pula beliau memberikan sedikit ilmunya mengenai cara penulisan cerita yang baik dan benar sehingga laku dan bisa direalisasikan menjadi sebuah film. Sesuai dengan judul acara yang dibuat yaitu “Cerita Yang Menjual”. Tak lu...

Meriahnya Temu Komunitas di Pesta Film Solo ke 9

Teman-teman Kine Klub Fisip Universitas Sebelas Maret yang berfokus pada bidang apresiasi film, menyelenggarakan kembali pemutaran alternatif bernama Pesta  Film  Solo, yaitu Festival Film Indie terbesar di Surakarta dan sekarang merupakan tahun ke – 9 dalam penyelenggaraannya. Layar pemutaran alternatif ini diselenggarakan setiap tahunnya untuk mengapresiasi film lokal dan nasional. Pesta  Film  Solo digelar selama tiga hari, yaitu pada Kamis 2 Mei 2019 hingga Sabtu 4 Mei 2019 dan bertempat di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta. Di tahun ke-9 ini, Kine Klub FISIP UNS mempersembahkan Pesta  Film  Solo #9 dengan tema Dentum Montase dan tagline “Gelegar dalam Layar”. Banyak film-film yang diputar dari berbagai komunitas film lokal untuk mengapresiasi karya mereka. Selain pemutaran, Pesta  Film  Solo juga menjadi wadah untuk berdiskusi langsung dengan sejumlah pembicara biasanya dikenal dengan sebu...

Screening dan Discussion “CINELABS“ On Ruang Gelap Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Minggu, 21 Oktober 2018, aku menghadiri undangan dalam acara Screening & Discussion yang diselenggarakan oleh CINELABS yang didukung oleh komunitas Ruang Gelap dari Universitas Mercubuana Yogyakarta. Ada beberapa komunitas penggiat film juga yang ikut dalam acara Screening & Discussion ini yang bertempat di area Taman Pintar. Dalam acara tersebut ada 4 film karya dari teman – teman CINELABS yang ditayangkan. Pada sesi pertama ada 2 film yang ditayangkan yang berjudul Ayo Kita Pulang (2016) dan Closer (2016). Lalu pada sesi kedua menayangkan film yang berjudul Stranger (2016) dan GOWOK : The ins and outs of a woman’s body. Setelah seluruh film ditayangkan acara dilanjut dengan sesi diskusi bersama Director, Script Writer, DOP, & talent dari film – film tersebut. Kebetulan Director dari seluruh film itu adalah Steve Masihoroe yang juga telah berhasil membawa film – film itu meraih beberapa penghargaan tingkat nasional bahkan internasional.   Pada sesi diskusi i...